Half TabHalf Tab
Bahasa Indonesia
Unduh aplikasi
  1. Beranda
  2. Panduan

Cara split bill liburan bareng teman, dari Bali sampai Jogja

Cara split bill liburan bareng teman: aturan sebelum berangkat, kas patungan, teman yang tidak ikut aktivitas, mata uang asing, dan pelunasan yang cepat.

Pemandangan pantai cerah dari udara, dengan orang berenang dan bersantai di atas handuk
Foto: Callum Galloway, CC0

Liburan bareng teman adalah cara menghabiskan uang yang paling menyenangkan: vila bersama, makan malam yang panjang, dan mobil sewaan yang tidak ada yang mau mengembalikan. Tapi di situ juga uang paling gampang berantakan, dengan lima orang membayar hal yang berbeda dan separuh struknya tersimpan di ponsel yang sedang tidak dapat sinyal. Supaya split bill liburan tidak berakhir dengan hitung-hitungan canggung, siapkan sedikit aturan sebelum berangkat.

Sebelum berangkat: sepakati aturannya

Ngobrol lima menit di grup chat sebelum ada yang memesan apa pun:

  • Apa saja yang dibagi? Penginapan, sewa mobil, bensin, tol, dan makan bareng biasanya iya. Oleh-oleh dan aktivitas pribadi tidak.
  • Bagaimana cara membaginya? Rata secara default, dengan pengecualian untuk pasangan yang sekamar atau teman yang menyusul belakangan.
  • Pakai mata uang apa? Tentukan sekarang, terutama kalau tujuannya ke luar negeri.
  • Kapan dilunasi? Paling gampang di akhir liburan, idealnya paling lambat seminggu setelah pulang.

Tiga cara bayar selama liburan

Satu orang membayar yang besar-besar. Satu teman memesan vila di Bali dengan kartunya, yang lain membayar sewa mobil. Tidak masalah, asal setiap pembayaran dicatat.

Kas patungan untuk yang kecil-kecil. Semua orang menyetor jumlah yang sama ke satu bendahara di awal, untuk camilan, parkir, tol, dan tiket masuk. Misalnya empat orang masing-masing menyetor Rp250.000, jadi kasnya Rp1.000.000. Kalau di akhir tersisa Rp120.000, tiap orang mendapat kembali Rp30.000.

Siapa saja membayar sesuatu. Siapa yang paling dekat dengan kasir, dia yang bayar. Ini cara paling alami saat jalan-jalan, dan paling susah dilacak tanpa aplikasi.

Kebanyakan liburan akhirnya memakai ketiganya. Tidak apa-apa, asal setiap pembayaran masuk ke catatan yang sama. Di Half Tab, pembayaran bisa dicatat dengan tiga cara: satu orang membayar, semua patungan ke kas, atau sponsor dari luar yang menanggung sebagian. Yang terakhir berguna untuk outing kantor: kalau kantor menanggung Rp5.000.000 dari biaya Rp8.000.000 untuk enam orang, hanya Rp3.000.000 yang dibagi, jadi Rp500.000 per orang.

Bagi hanya ke yang ikut

Tidak semua orang ikut snorkeling di Nusa Penida, dan tidak semua orang ikut nongkrong di beach club sampai jam dua pagi. Bagi setiap aktivitas hanya ke orang yang ikut. Kalau tiket kapal dan sewa alat snorkeling Rp900.000 hanya dipakai Dimas, Sari, dan Bayu, masing-masing membayar Rp300.000, sementara Putri yang memilih bersantai di pantai tidak ikut menanggungnya.

Di Half Tab kamu cukup mengeluarkan Putri dari pengeluaran itu, dan dia tetap ada di grup untuk semua pengeluaran lainnya.

Kamar beda ukuran dan teman yang menyusul

Tidak semua kamar sama. Kalau satu kamar jauh lebih nyaman, misalnya kamar utama dengan kamar mandi dalam, bagi biaya vila berdasarkan porsi. Contohnya vila Rp4.500.000 untuk empat orang: penghuni kamar utama dihitung 1,5 porsi dan tiga lainnya masing-masing 1 porsi. Totalnya 4,5 porsi, jadi satu porsi bernilai Rp1.000.000. Penghuni kamar utama membayar Rp1.500.000, dan tiga lainnya masing-masing Rp1.000.000.

Teman yang baru menyusul di hari kedua cukup dikeluarkan dari pengeluaran hari pertama, seperti penginapan malam pertama dan makan malam hari itu.

Kalau liburannya ke luar negeri

Liburan ke Bali atau Jogja semuanya dalam Rupiah. Kalau tujuannya Singapura, Bangkok, atau Tokyo, pilih satu mata uang grup, biasanya Rupiah karena semua orang berpenghasilan dalam Rupiah. Lalu:

  • Untuk pembayaran kartu, pakai nominal Rupiah yang muncul di tagihan kartu, jadi biaya bank ikut ditanggung bersama.
  • Untuk uang tunai, pakai kurs pada hari kamu menukarnya.
  • Catat setiap pengeluaran dalam mata uang grup, jadi pelunasan di akhir hanya dalam satu mata uang.

Contoh split bill liburan ke Bali berempat

Ini akhir liburan empat hari ke Bali:

Nama Membayar Bagian adil Saldo
Dimas Rp6.000.000 (vila) Rp2.500.000 +Rp3.500.000
Sari Rp3.000.000 (sewa mobil dan bensin) Rp2.500.000 +Rp500.000
Bayu Rp1.000.000 (makan) Rp2.500.000 -Rp1.500.000
Putri Rp0 Rp2.500.000 -Rp2.500.000

Totalnya Rp10.000.000, atau Rp2.500.000 per orang. Daripada semua orang saling transfer, tiga transfer sudah cukup: Putri transfer Rp2.500.000 ke Dimas, Bayu transfer Rp1.000.000 ke Dimas, dan Bayu transfer Rp500.000 ke Sari. Half Tab menghitung ini otomatis dengan memasangkan utang terbesar ke piutang terbesar, berapa pun jumlah pengeluaran dan orangnya.

Kenapa offline penting saat liburan

Di pesawat, di jalan berkelok menuju Kintamani, di kapal cepat ke Nusa Penida, atau saat kuota roaming habis: selalu ada saat tidak ada internet tepat ketika seseorang membayar sesuatu. Kalau aplikasimu butuh koneksi, pengeluaran “dicatat nanti”, dan sebagian tidak pernah dicatat. Half Tab bisa dipakai sepenuhnya offline, jadi pengeluaran langsung tercatat saat terjadi.

Setelah liburan: bagikan ringkasannya

Setelah semua orang melunasi bagiannya, tutup grupnya dan bagikan ringkasan PDF di grup chat. Seluruh liburan ada dalam satu dokumen rapi, jadi tidak ada yang perlu menggulir 400 pesan untuk mengingat siapa berutang ke siapa. Kalau ternyata ada pengeluaran yang terlewat, grup bisa dibuka lagi kapan saja.

Cuma mau membagi satu tagihan makan malam? Kalkulator split bill menghitungnya dalam hitungan detik. Untuk makan di restoran, baca juga cara split bill makan di restoran.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana cara paling gampang split bill saat liburan?

Biarkan tiap orang membayar sambil jalan, catat setiap pengeluaran di satu tempat yang sama, lalu lunasi sekali di akhir. Aplikasi split bill mengubah puluhan pengeluaran menjadi daftar transfer yang pendek.

Bagaimana kalau ada teman yang tidak ikut semua aktivitas?

Bagi setiap aktivitas hanya ke orang yang ikut. Di Half Tab, kamu cukup mengeluarkan orang yang tidak ikut dari pengeluaran itu, dan dia tetap ada di grup untuk pengeluaran lainnya.

Perlukah kas patungan saat liburan bareng teman?

Kas patungan cocok untuk biaya kecil bersama seperti camilan, parkir, dan tol. Semua orang menyetor jumlah yang sama di awal, satu orang memegangnya, dan kas diisi lagi kalau mulai menipis. Biaya besar lebih mudah dicatat satu per satu.

Bagaimana split bill kalau liburan ke luar negeri?

Pilih satu mata uang untuk seluruh grup, biasanya Rupiah karena semua orang berpenghasilan dalam Rupiah. Catat pembayaran kartu sesuai nominal Rupiah di tagihan kartu, dan uang tunai dengan kurs pada hari kamu menukarnya.

Tidak perlu lagi hitung-hitungan di grup chat

Unduh Half Tab gratis dan biarkan aplikasinya menyimpan hitungan untuk setiap liburan, kos bareng, dan makan malam.

Download diApp Store

Panduan lainnya